Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Software Anti Situs Porno Untuk Komputer Anda

Posted by IWAN MUTTAQIN Kamis, 27 September 2012 2 komentar
Assalamualaikum Wr. Wb Sahabat Cilibur Inspirasi, kali ini Cilibur inspirasi mau Bagi-bagi Software Gratisan Nih...!! Sangat Penting Lohh Buat masa depan Generasi Muda bangsa Kita...!!!
 Software ini Buat temen-temen sahabat cilibur inspirasi dan Untuk Semuanya Saja yah.. he he he
Anda sebagai Pemilik Sebuah Usaha Warnet "Warung Internet" Pasti Gak mau dong Usahanya di Kotori dengan yang namanya Porno...!! para Orang  tua juga pasti tidak menginginkan sang anak membuka situs porno melalui komputer yang di Sewakan  atau laptop yang ada di dalah rumah. Anda juga harus ekstra waspada mengawasi anak-anak yang sedang berselancar di dunia maya, bisa saja anak Anda secara tidak sengaja atau disengaja membuka situs porno. Namun apa yang harus dilakukan jika Anda tidak punya waktu terus menerus mengawasi anak Anda berselancar melalui internet??
Kini, Anda tidak perlu khawatir lagi. Ada beberapa software gratisan yang Cilibur Inspirasi rekomendasikan untuk memblokir situs porno. Anda cukup sesekali melihat anak Anda, selanjutnya kembali beraktifitas seperti biasanya. Langsung saja, berikut adalah  software yang Cilibur Inspirasi sarankan. 
Netdog. Software ini tidak seperti Naomi yang menutup browser langsung, tetapi menghentikan loading browser saat kita membuka situs porno. Kita dapat menambahkan keyword atau url situs porno pada sofware ini sebagai database tambahan. Download klik di sini.
Nah, software tersebut yang Cilibur Inspirasi  sarankan untuk memblokir situs porno. Cilibur Inspirasi sadar software tersebut merupakan buatan manusia dan mempunyai kekurangan atau kelemahan. Selamat mencoba!

Baca Selengkapnya ....

Tata Cara Mandi Wajib/ Mandi Junub/Mandi Besar Dalam Islam

Posted by IWAN MUTTAQIN Selasa, 25 September 2012 0 komentar


Oleh Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairiy
1. Mandi wajib dimulai dengan mengucapkan bismillah, dan berniat untuk menghilangkan hadast besar,
2. Membersihkan kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian bercebok.
3. Membersihkan kemaluannya, dan kotoran yang ada di sekitarnya.
4. Berwudhu seperti halnya orang yang berwudhu hendak shalat, kecuali kedua kakinya. Namun boleh membersikan kedua kakinya ketika berwudhu atau mengakhirkannya sampa selesai mandi.
5. Mencelupkan kedua telapak tangannya ke dalam air, lalu menyela-nyela pangkal rambut kepalanya dengan kedua telapak tangannya itu kemudian membersihkan kepalanya dan kedua telinganya tiga kali dengan tiga cidukan.
Note: Menyela pangkal rambut hanya khusus bagi laki-laki. Bagi perempuan, cukup dengan mengguyurkan pada kepalanya tiga kali guyuran, dan menggosoknya, tapi jangan mengurai/membuka rambutnya yang dikepang, karena ada hadist yand diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Ummu Salamah yang bertanya kepada Rasulullah, “Aku bertanya, wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini perempuan yang sangat kuat jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya ketika mandi junub (mandi besar)?” Maka Rasulullah menjawab, “Jangan, sebetulnya cukup bagimu mengguyurkan air pada kepalamu tiga kali guyuran,” (HR At-TIrmidzi).
6. Mengguyur tubuhnya yang sebelah kanan dengan air, membersihkannya dari atas sampai ke bawah, kemudian bagian yang kiri seperti itu juga berturut-turut sambil membersihkan bagian-bagian yang tersembunyi (pusar, bawah ketiak, lutut, dan lainnya).
Tata cara ini berdasarkan penuturan Aisyah Radhiyallahu Anha:
“Apabila Rasulullah hendak mandi junub (mandi besar), beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya sebelum memasukannya ke dalam bejana. Kemudian beliau membasuh kemaluannya dan berwudhu seperti halnya berwudhu untuk shalat. Setelah itu, beliau menuangkan air pada rambut kepalanya, kemudian mengguyurkan air pada kepalanya tiga kali guyuran, kemudian mengguyurkannya ke seluruh tubuhnya,” (HR At-Tirmidzi: 104, dan Abu Daud: 243). Wallahu’alam bish shawwab.
 
Sumber: http://www.mukminun.com/2012/07/tata-cara-mandi-wajib-mandi-junubmandi.html

Baca Selengkapnya ....

Kata-kata Mutiara Islami Terbaru

Posted by IWAN MUTTAQIN Rabu, 25 Juli 2012 0 komentar
Keberanian untuk mengatakan tak tahu untuk yang tak diketahuinya jauh akan lebih menenangkan dan dihormati daripada selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu Konflik biasanya terjadi karena saya benar dan kamu salah, berilah kesempatan hati mengatakan kita benar dan diapun boleh jadi benar,Insya Allah akan mudah cari solusi. Berteman dengan orang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya adalah lebih baik bagi kalian, daripada berteman dengan orang alim tapi selalu suka terhadap hawa nafsunya.(Ibnu Attailllah as Sakandari) Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 hal, yaitu : KEPERCAYAN, CINTA dan RASA HORMAT (Sayidina Ali bin Abi Thalib) Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Sayidina Ali bin Abi Thalib) Kata kata Mutiara Islam Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan pula adalah sebuah akhlaq ular, dan kalau kebajikan dibalas dengan kejahatan itulah akhlaq buaya, lalu bila kebajikan dibalas dengan kebajkan adalah akhlaq anjing, tetapi kalau kejahatan dibalas dengan kebajikan itulah akhlaq manusia.(Nasirin) Kata kata Mutiara Islam Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib) Kata kata Mutiara Islam Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.(Umar bin Khattab) Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. (Imam An Nawawi) Kata kata Mutiara Islam Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Umar bin Kattab) Kata kata Mutiara Islam Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.(Bediuzzaman Said Nursi) Kata kata Mutiara Islam Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.(Bediuzzaman Said Nursi) Kata kata Mutiara Islam Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg.(Bediuzzaman Said Nursi) Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.(Bediuzzaman Said Nur) Orang yang terkaya adalah orang yang menerima pembagian (taqdir) dari Allah dengan senang hati.(Ali bin Husein) Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.(Bediuzzaman Said Nur) Pangkal dai semua kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah.(Abu Sualeman Addarani) Kata kata Mutiara Islam. Orang yang paling mulia diantara manusia adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan paling siap menghadapinya dengan bekal amal shalih. Tengoklah kembali perjalanan Kita saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya. Potensial pilihan Kita begitu melimpah, keputusan Kita dapat saja merubah hidup Kita secara dramatis dalam waktu singkat. Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah. Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas. Sukses yang sudah Kita alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi Kita di masa yang akan datang. Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan. Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan seseorang melakukan sesuatu. Niat karena Allah ialah motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita. Jangan sampai kita terlena kata mutiara untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah diri Kita baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar Kita, terutama yang lebih membutuhkan. Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena bisa salah. Cobalah mulai membuka pikiran Kita terhadap pikiran orang lain, tentu saja dengan filter nilai-nilai yang Kita anut. Seperti perkelahian orang yang kecil dengan orang yang besar, jika mengadu tenaga atau kekuatan tentu saja si kecil akan kalah, tetapi dengan kecerdikan, si besar bisa dikalahkan. Kita hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Kita konsisten menjalankannya. Dua hal yang perlu Kita ketahui sebelum memulai bisnis, pertama ketahuilah bahwa bisnis itu tidak mudah, kedua bekali diri Kita dengan sikap dan keterampilan yang memadai. Tetapi yakinlah bahwa Kita bisa. Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkahmu menuju apa yang kamu cita-citakan. Putuskan apa yang Kita inginkan, kemudian tulislah sebuah rencana, maka Kita akan menemukan kehidupan yang lebih mudah dibanding dengan sebelumnya.

Baca Selengkapnya ....

KELEBIHAN BULAN RABIUL AWAL KEPADA UMAT ISLAM

Posted by IWAN MUTTAQIN 0 komentar
Bulan Rabiulawal bermaksud bulan dimana bermulanya musim bunga bagi tanaman. Mengikut kebiasaannya di Tanah Arab, sewaktu bulan Rabiulawal pokok buah-buahan mula berbunga dan seterusnya berbuah.Maka nama bulan ini diambil sempena musim berbunga tanaman mereka. Dan setelah kedatangan Islam, Rasulullah saw telah mengekalkan nama Rabiulawal ini sehinggalah sekarang. Bulan ketiga dalam kalendar Hijrah ini membawa satu peristiwa besar yang menjadi ingatan kepada seluruh umat manusia. Perayaan Maulid Nabi  pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193).
Ada yang berpendapat bahwa pendapat itu sendiri berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem.
Nabi junjungan kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam telah diputerakan pada bulan ini iaitu pada 12 Rabiulawal, yang pada tahun ini jatuh pada 21hb April, 2005. Berbagai acara sambutan diadakan bagi memuliakan hari keputeraan junjungan kita ini.
Bulan Rabiulawal adalah seperti bulan-bulan Islam yang lain maka amalan sunat di bulan Rabiulawal adalah sama seperti amalan sunat di bulan-bulan yang lain. Kita dianjurkan untuk meningkatkan amalan-amalan fardu dan sunat tanpa mengira di bulan manapun di sepanjang tahun. Amalan-amalan kita itu akan menjadi bekalan untuk kita meneruskan perjalanan ke padang mahsyar kelak.
Selain dari itu, kualiti ibadah juga adalah diambil kira. Niat dan keikhlasan mempunyai pengaruh yang amat besar dalam menentukan nilai ibadah kita. Diantara syarat sesuatu ibadah itu diterima ialah niat. Niat itu akan menggambarkan keikhlasan kita. Kerja yang ikhlas akan membawa kepada kesempurnaan dan kesempurnaan akan membawa kepada kepuasan dan kepuasan akan membawa kepada ketenangan..
Selawat ke atas Nabi Muhammad S.A.W merupakan suatu amalan yang disyariatkan oleh Islam.Firman Allah (s.w.t) yang bermaksud: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. [Surah Al-Ahzab: 56]
Manakala di dalam hadith-hadith Rasulullah (S.A.W.), terdapat banyak arahan dan kelebihan-kelebihan yang dinyatakan berkenaan dengan selawat ke atas baginda (S.A.W.), antaranya, Sabda Rasulullah (S.A.W.) yang bermaksud: “Barangsesiapa yang berselawat ke atasku dengan sekali selawat nescaya Allah (s.w.t) akan berselawat ke atasnya sepuluh kali”. [Hadith riwayat Imam Muslim daripada Abdullah bin Amru bin Al-‘Ass r.a].
Sabda Rasulullah (S.A.W.) yang bermaksud: “Sesungguhnya manusia yang paling utama denganku pada hari kiamat ialah yang paling banyak berselawat ke atasku”. [Hadith riwayat Imam Tirmizi daripada Abdullah bin Mas’ud r.a].
Apabila kita menyambut Maulidur Rasul, banyak kelebihan-kelebihan yang diperolehi. Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Barangsiapa yang membesarkan hari keputeraanku nescaya aku akan menjadi penolongnya pada hari kiamat dan barangsiapa membelanjakan untuk majlisku seumpama ia membelanjakan emas sebanyak sebuah gunung untuk agama Allah."
Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq Radiallahuanhu berkata: "Barangsiapa membesarkan Maulud Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, maka sesungguhnya ia akan menjadi temanku di dalam syurga."
Begitu pula As-Sirri As Saqati berkata: "Barangsiapa pergi ke tempat yang ada dibaca di situ Maulud Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya dia diberi satu kebun daripada kebun-kebun syurga kerana dia pergi ke tempat itu tidak lain kerana cinta kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam." Keberkatan mengadakan Majlis Maulud itu bukan sahaja didapati oleh orang yang mengadakan majlis itu, tetapi seluruh ahli rumah atau orang yang tinggal di tempat itu turut mendapat keberkatannya.
Jalalaludin As-Sayuti berkata: "Barangsiapa antara orang Islam yang dibacakan di dalam rumahnya Maulid Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, nescaya Allah Subhanahu Wataala akan menghilangkan dan menjauhkan kemarau dan kecelakaan, bala, penderitaan, kebencian, hasad, kejahatan dan kecurian terhadap ahli-ahli rumah itu dan apabila dia mati, Allah Subhanahu Wataala akan memudahkan dia menjawab akan soalan-soalan Mungkar dan Nakir dan dia akan mendapat tempat bersama orang-orang yang benar di sisi Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha Besar Kerajaan-Nya."
Beliau berkata lagi: "Tiada sebuah rumah atau masjid atau tempat-tempat yang dibaca di dalamnya akan Maulid Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam melainkan malaikat-malaikat melindungi ahli-ahli tempat itu dan Allah Subhanahu Wataala akan melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka dan malaikat-malaikat yang berpangkat besar seperti Jibril, Mikail, Israfil mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang menganjurkan dan menyebabkan adanya majlis Maulid Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu."
Kedudukan selawat ke atas nabi (S.A.W.) ini merupakan perkara yang diwajibkan menurut sebilangan besar ulama’. Malahan dinukilkan bahawa Al-Imam Al-Qurthubi menyatakannya sebagai ijma’ ulama’. Apa yang diperselisihkan oleh ulama’ ialah adakah selawat itu wajib pada setiap kali majlis dan disebut nama Nabi Muhammad (S.A.W.) atau adakah ianya sunat (bagi yang bersepakat menyatakan ianya wajib seumur hidup). Dalam hal ini, sebahagian ulama’ menyatakan ianya wajib setiap kali disebut nama Rasulullah (S.A.W.), dan sebahagian yang lain menyatakan wajib sekali di sepanjang majlis meskipun dalam majlis tersebut kerap kali disebut nama Rasulullah (S.A.W.) dan sebahagian yang lain menyatakan wajib memperbanyakkan selawat tanpa terikat dengan bilangan dan tidak memadai sekali seumur hidup.
Menurut jumhur ulama dalam masalah ini, selawat ke atas nabi (S.A.W.) merupakan ibadat dan jalan mendekatkan diri kepada Allah (s.w.t). Seperti juga zikir, tasbih dan tahmid. Ia diwajibkan sekali seumur hidup dan disunatkan pada setiap waktu dan ketika. Sepatutnya juga ke atas setiap muslim memperbanyakkannya. Berkait juga dengan soalan yang dikemukakan, iaitu tentang hukum selawat dalam sembahyang. Perkara ini berlaku khilaf di kalangan ulama’.
Menurut pandangan Mazhab Syafei dan Hambali, selawat diwajibkan dalam sembahyang dan tidak sah sembahyang tanpa selawat. Manakala dalam Mazhab Maliki dan Hanafi, selawat merupakan perkara yang sunat muakkad dan sah sembahyang tanpanya tetapi dalam keadaan yang makruh.
Kelebihan berselawat yang lain lagi ialah sebagaimana hadis Baginda Sallallahu Alaihi Wassalam seterusnya, daripada Umar bin Al-Khattab, ia berkata : Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda maksudnya, "Sesungguhnya doa itu terhenti antara langit dan bumi, tidak naik barang sedikit juga daripadanya sehingga engkau berselawat ke atas-Ku". (Riwayat Al-Imam At-Termidzi)
Dengan memperbanyakkan selawat juga kita akan dapat mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala, menghilangkan kesusahan dan kegelisahan, meluaskan rezeki, dikabulkan segala keperluannya dan insya Allah akan memperolehi syafaat di akhirat kelak. Semua ini akan dapat dicapai jika kita sentiasa mengamalkannya dengan penuh yakin dan istiqamah. Walau bagaimanapun janganlah menganggap hanya dengan berselawat sahaja kita akan memperolehi kelebihan-kelebihan yang telah disebutkan tadi sedangkan amalan-amalan yang lebih utama seperti sembahyang, puasa, membayar zakat dan lain-lain lagi diabaikan.
Kelebihan lain yang kita dapat ialah merapatkan hubungan sesama insan, apabila menyambut Maulidur Rasul, kita pasti akan berkumpul di tempat yang di adakan majlis tersebut, semasa majlis berlangsung, kita dapat lihat setiap orang bergotong royong melakukan sesuatu pekerjaan yang ditetapkan samaada secara bersendirian atau berkumpulan, hal ini dapat mengeratkan lagi hubungan sesama islam yang lain. Apabila kita berkumpul di dalam satu majlis itu, sedikit sebanyak kita juga dapat mendisiplinkan diri dan mematuhi arahan ketua, kelebihan ini juga, membolehkan kita bersikap menghormati orang lain di samping dapat memupuk semangat bekerjasama antara satu sama lain.
Kebiasaannya, majlis Maulidur Rasul diadakan di masjid, surau, ataupun di sekolah-sekolah. Dengan adanya majlis seperti ini, kita dapat bekerjasama dan saling bantu membantu antara satu sama lain. Jurang yang memisahkan seseorang  sebelum ini dapat di eratkan dengan melalukan aktiviti seharian yang berlainan seperti bekerja, dapat kita perbaiki dengan menghadiri majlis sebergini. Memupuk semangat perpaduan sesama muslim juga amat disukai oleh Allah s.w.t.  Allah berfirman,  “Berpeganglah kamu kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai” [Surah Al-Imran:103]
Sememangnya bernazar untuk melakukan sesuatu yang baik merupakan doa dan dikira amal soleh. Jelas kepada kita bahawa pembalasan Allah Subhanahu Wataala terhadap kebaikan begitu cepat sehinggakan terdetik sahaja di hati hendak berbuat kebaikan, sudah Allah Subhanahu Wataala akan memberi pembalasan yang tiada ternilai.
                Menyambut Maulidur rasul bukanlah untuk menjadikannya salah satu perayaan ibadah tapi hanya sekadar untuk mengingati dan mensyukuri akan kelahiran Nabi kita yang menjadi pembimbing kita keluar dari kegelapan. Menurut Ibnu al-Hajj, "Menjadi satu kewajiban bagi kita untuk membanyakkan kesyukuran kita kepada Allah setiap hari Isnin bulan Rabi'ul Awwal kerana Dia telah mengurniakan kepada kita nikmat yang besar iaitu diutusNya Nabi (s.a.w) untuk menyampaikan Islam kepada kita dan menyebarkan islam.
Dengan adanya sambutan Maulidur rasul maka kita akan dapat memperkenalkan muslimin siapa itu Muhamaad dan secara tak langsung kita akan membuatkan hati Muslimin tergerak untuk berselawat keatas Nabi (s.a.w) ,meniru akhlak nabi dan meniru segala perbuatan baginda dan memuji baginda yang merupakan satu perkara yang diperintahkan oleh Allah di dalam ayat,"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat berselawat keatas Nabi, wahai orang-orang yang beriman ! berselawatlah kamu dan berilah salam keatasnya".
Sambutan ini dilakukan adalah semata untuk memperingati hari kelahiran baginda dan ia secara tidak langsung akan membuka ruang bagi kita untuk memperingati perkara-perkara lain yang berkaitan dengan baginda. Apabila ini kita lakukan, Allah akan redha pada kita, kerana kita akan lebih bersedia untuk mengetahui sirah baginda dan lebih bersedia untuk mencontohi dan mengamalkan ahklak baginda dan memperbetulkan kesilapan kita. Itulah sebabnya, kenapa sambutan hari lahir baginda merupakan satu rahmat buat kita semua.Kerana baginda adalah ikutan kita dan ia mempunyai akhlak yang mulia sepertimana Firman Allah didalam Al-Quran, "Sesungguhnya engkau mempunyai ahklak yang mulia" (al-Qalam: 4).
Dan bila kita melewati kembali sirah Nabi, antara cara Nabi mahu meningkatkan semangat juang para sahabat yang lain ialah memuji-muji diri baginda dan bercerita mengenai akhlak baginda dengan bersayembara syair. Ini telah dinyatakan oleh Al-hafiz Ibnu Kathir didalam kitabnya bahawa para Sahabat ada meriwayatkan bahawa Nabi (s.a.w) memuji nama baginda dan membaca syair mengenai diri baginda semasa peperangan Hunayn untuk membakar semangat para Sahabat dan menakutkan para musuh. Pada hari itu baginda berkata,"Aku adalah Rasulullah! Ini bukanlah dusta. Aku anak Abdul Mutalib.
Rasulullah (s.a.w) sebenarnya amat bergembira dan menyenangi mereka yang memuji baginda kerana ianya merupakan perintah Allah dan baginda memberi kepada mereka apa yang Allah anugerahkan kepada baginda. Apabila kita bersama-sama berkumpul untuk mendekati Nabi (s.a.w), kita sebenarnya juga, melakukan sesuatu untuk mendekatkan diri kita kepada Allah justeru kerana mendekati Nabi (s.a.w) akan membuatkan Allah redha kepada kita. Terdapat juga hadith riwayat Bukhari didalam al-Adab al-mufrad (bukan semua hadis didalam ini adalah sahih) dan kitab-kitab lain, Rasulullah (s.a.w) bersabda,"Terdapat hikmah di dalam syair"; dan kerana itu bapa saudara Nabi (s.a.w) Al-'Abbas mengarang syair memuji kelahiran Nabi (s.a.w) seperti didalam rangkap berikut:
“Dikala dikau dilahirkan , bumi bersinar terang Hinggakan nyaris-nyaris pasak-pasak bumi tidak mampu untuk menanggung cahaya mu, Dan kami dapat terus melangkah Lantaran kerana sinar dan cahaya dan jalan yang terpimpin.”
                Dalam bulan Rabiul Awal ini juga umat Islam dapat mengingati kisah-kisah para rasul dan nabi. Kisah- kisah ini dapat memberi pengajaran dan tauladan kepada kita semua. Pada bulan ini lah berlakunya beberapa peperangan. Antara peperangan yang berlaku di bulan Rabiul Awal ialah peperangan Safwan (Badar pertama), Bawat, Zi Amar (Ghatfan), Bani An-Nadhir, Daumatul Jandal dan peperangan Bani Lahyan.
Setelah hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah bersama-sama para sahabatnya dan diterima baik oleh orang-orang anshar, Islam telah berkembang, tersebar luas dan diterima oleh banyak kabilah-kabilah arab.  Kekuatan dan ekonomi Madinah telah menjadi kukuh.  Orang-orang arab Quraisy Makkah tidak senang hati dengan kemajuan ini. Perang Badar merupakan perang pertama yang dilalui oleh umat Islam di Madinah. Ia merupakan isyarat betapa mulianya umat Islam yang berpegang teguh pada tali agama Allah.  Kemenangan besar kaum muslimin tidak terletak pada jumlah tentera yang ikut serta tetapi terkandung dalam kekuatan iman yang tertanam disanubari mereka.  Dengan Keyakinan mereka pada Allah yang sangat kukuh itu, Allah telah menurunkan bantuan ibarat air yang mengalir menuju lembah yang curam.  Tidak  ada sesiapa yang dapat menahan betapa besarnya pertolongan Allah terhadap umat yang senantiasa menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.
Dikisahkan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam terlebih dahulu sampai di sumber mata air Badar dan memutuskan untuk berhenti di tempat itu. Dan itu merupakan sebahagian dari strategi agar pasukan kaum muslimin dekat dengan sumber air. Melihat hal itu, Habab ibn Mundzir berkomentar, “Wahai Rasulullah! Mengapa engkau memilih tempat ini sebagai pemberhentian kita? Apakah tempat ini memang telah ditentukan Allah kepadamu dan kita tidak dapat memajukan atau mengundurkannya sedikitpun, ataukah ini adalah bagian dari pendapat, strategi, dan siasat perang?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab, “Ini hanyalah sekedar pendapat, stategi, dan taktik perang.”
Maka Habab berkata, “Wahai Rasulullah, jika demikian halnya, aku juga ingin mengemukakan pendapatku. Menurutku, tempat ini tidak tepat untuk kita berhenti. Sebaiknya kita terus berjalan hingga sampai di mata air yang paling dekat dengan perkemahan bangsa Quraisy. Setelah itu, kita duduki tempat tersebut dan kita hancurkan seluruh sumur yang ada di seberangnya dan menjadikannya kolam penampungan air. Lalu, kita penuhi kolam itu dengan air dan kita baru menyerang mereka. Dengan begitu, niscaya kita akan dapat minum air itu sedang mereka sama sekali tidak bisa meminumnya.”
Pada saat itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam berkata, “Pendapatmu sangat bagus!” Kemudian, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam pun menjalankan taktik yang ditawarkan oleh Habab ibn Mundzir radhiallahu ‘anhu. Petunjuk yang diberikan oleh Habab ini diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dengan riwayat munqathi’ -Ibnu Hisyam (2/312-313), atau dengan riwayat mursal dan terhenti pada Urwah sebagaimana yang tertulis dalam al-Ishabah (1/302), Hakim (3/446-447). Riwayat tersebut dinilai sebagai hadis munkar oleh Dzahabi dan Umawi sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibnu Katsir di dalam al-Bidayah wa an-Nihayah (3/293) dengan silsilah periwayatan yang munqathi’ (terputus).
Ketika mereka telah berhasil menduduki tempat yang dimaksud, Sa’ad ibn Muadz berkata kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam, “Wahai Nabi Allah! Tidakkah kami perlu membangun kemah khusus untuk tempat istirahatmu, menyiapkan hewan kendaraanmu dan kemudian kita baru menyerang musuh kita? Sungguh, seandainya Allah memberikan kemenangan dan kejayaan kepada kita atas musuh-musuh kami, maka itulah yang kami inginkan. Namun, bila kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya, maka engkau sudah siap untuk menyelamatkan diri dan menemui kaum kita. Wahai Rasulullah, sesungguhnya ada beberapa kaum yang menantimu di tanah air kita dan kecintaan mereka terhadapmu lebih besar dari kami. Sehingga, bila mereka mendengar bahwa engkau berperang, niscaya mereka pun tidak akan tinggal diam. Allah pasti akan melindungimu dengan mereka. Sebab mereka pasti akan memberimu pertimbangan dan senantiasa berjuang di belakangmu.” Maka, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam pun menyepakati usulan Sa’ad tersebut.
Meskipun demikian, perlu digaris bawahi bahwa saat terjadinya perang Badar tersebut, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam ikut berperang aktif dan terlibat langsung dalam pertempuran. Jadi, beliau tidak hanya berada di dalam kemah dan berdoa saja sebagaimana dipahami oleh sebagian ahli sejarah.
Ahmad menuturkan: Ali radhiallahu ‘anhu menceritakan, “Kalian tentu telah menyaksikan bagaimana kami pada saat pecahnya perang Badar. Saat itu, kami berlindung di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam, sedang beliau terus membawa kami mendekati musuh. Dan beliau adalah orang yang paling berani ketika itu.”
Dengan isnad yang sama, sebuah hadis lain menuturkan, “Ketika keberanian mulai memuncak pada saat perang Badar, kami terus bergerak bersama-sama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam Bahkan, beliau adalah orang yang paling berani. Terbukti, tidak ada satu pun kaum muslimin yang paling dekat dengan musuh selain beliau.”
Muslim meriwayatkan: Pada perang Badar, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam berkata kepada para sahabatnya, “Jangan ada seorang pun di antara kalian bergerak sebelum aku memberi komando.”
Ibnu Katsir berkata, “Beliau terjun dan terlibat langsung dalam pertempuran itu dengan segenap jiwa dan raga. Demikian halnya dengan Abu Bakar ash-Shiddiq. Sehingga, keduanya tidak hanya berjuang dengan berdoa dan bermunajat kepada Allah di dalam kemah saja, tetapi juga turun ke medan pertempuran dan bertempur dengan mengerahkan segala daya dan upaya.”
Demikianlah, setelah pada siang harinya mengerahkan segala kemampuan dan daya upaya yang mungkin dapat dilakukan untuk memenangkan pertempuran, pada malam harinya beliau menghabiskan waktunya untuk terus berdoa dan memohon kepada Allah untuk memberikan kemenangan terhadap pihak tentara Islam.
Adapun salah satu doa beliau saat itu adalah seperti yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim berikut: “Ya Allah, sempurnakanlah kepadaku segala apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, berikanlah apa-apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau membinasakan pasukan Islam, tentulah Engkau tidak akan lagi disembah di muka bumi ini.”
Sebuah riwayat mengatakan: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam terus berdoa sampai kain serbannya terjatuh dari kedua pundak beliau. Kemudian, Abu Bakar datang menghampiri beliau, mengambil serban beliau yang terjatuh dan kemudian memakaikannya kembali ke pundak beliau. Setelah itu, ia pun melakukan apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam di belakangnya. Setelah itu, Abu bakar berkata, “Wahai Nabi Allah, tidakkah sudah cukup permohonanmu kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, kerana sesungguhnya Allah pasti akan memenuhi seluruh janji-Nya kepadamu?”
Maka Allah berfirman,“(lngatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, ‘Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang bertutut-turut’.” (QS. Al-Anfal: 9) Dan benar, esok harinya, Allah mengirimkan bala bantuan kepada mereka berupa pasukan tentara malaikat.”
Adapun doa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam pada saat perang Badar yang diriwayatkan oleh Bukhari adalah:”Ya Allah, hamba memohon kepada Engkau akan janji dan perjanjian Engkau. Ya Allah, jika Engkau berkehendak (membuat hamba kalah), Engkau tidak akan disembah setelah hari (peperangan) ini.”

Riwayat lain menceritakan: Lalu Abu Bakar memegang tangan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam dan kemudian berkata, “Sudahlah Rasulullah, engkau sudah meminta dan mendesak Tuhanmu tanpa henti!” Esok harinya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam mempergunakan baju besi dan kemudian keluar dari kemahnya seraya berkata, “Golongan itu (pasukan Quraisy) pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.” (QS. Al-Qamar: 45)
Ibnu Hatim menceritakan: Ikrimah berkata, “Ketika diturunkannya ayat ‘golongan itu (pasukan Quraisy) pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang … ‘, Umar berkata alam hati, “Golongan manakah yang akan dikalahkan itu?”
Umar radhiallahu ‘anhu juga menceritakan: Ketika perang Badar dimulai, aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam mempergunakan baju besi sambil berkata, Golongan itu (pasukan Quraisy) pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.” Maka, aku segera mengetahui maksud ucapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam tersebut.”
Pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 Ramadhan, tahun ke-2 hijriah, tepatnya ketika kedua belah pihak (muslim dan Quraisy) sudah saling berhadapan dan sedang mengambil ancang-ancang untuk saling menyerbu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa kepada Allah seraya berkata: “Ya Allah, itulah kaum Quraisy yang telah datang dengan sombong dan congkaknya. Mereka memusuhi-Mu, menyalahi perintah-perintahMu, dan mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, aku hanya meminta pertolongan yang telah Engkau janjikan kepada hamba. Ya Allah, binasakanlah mereka pagi ini!”
Setiap kali akan berangkat bertempur, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam selalu terlebih dahulu merapatkan barisan pasukan kaum muslimin. Dia melakukan inspeksi barisan seraya menggenggam sebuah anak panah. Saat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam sedang melakukan pemeriksaan barisan, tiba-tiba beliau menekankan anak panah beliau ke perut Sawad ibn Ghaziyyah. Pasalnya, waktu itu ia agak sedikit keluar dari barisan. Beliau berkata kepadanya, “Sawad, luruskan barisanmu!” Sawad pun menjawab, “Rasulullah, engkau telah menyakitiku, maka bolehkah aku membalasmu?” Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam membuka bagian perut beliau seraya berkata, “Lakukanlah!” Akan tetapi, Sawad ternyata tidak jadi membalas, tetapi justru memeluk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam dan mencium bagian perut beliau. Dengan heran, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bertanya, “Apa yang membuatmu seperti ini, Sawad?”
Sawad menjawab, ”Wahai Rasulullah, seperti itulah yang aku inginkan. Sesungguhnya aku telah berharap agar mati setelah bisa menyentuhkan kulitku dengan kulitmu.” Lantas, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam pun mendoakan Sawad dengan hal yang baik-baik. Setelah itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam memberikan berbagai arahan dan pengarahan kepada pasukan muslim tentang berbagai hal yang berkaitan strategi dan siasat mereka hari itu.
Beliau berkata, “Apabila mereka mendekati kalian, maka serang mereka dengan anak panah kalian dan jangan sampai didahului oleh mereka! Ingat, jangan sampai kalian melupakan pedang kalian hingga kalian lengah dan dapat dirobohkan.” Setelah berpesan demikian, beliau lantas mengobarkan semangat pasukan muslimin dengan berkata, “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di genggaman-Nya, setiap orang yang berperang melawan mereka (pasukan Quraisy) pada hari ini, kemudian mati dalam keadaan tabah, mengharapkan keredhaan Allah, maju terus pantang mundur, pasti akan dimasukkan ke dalam surga. “
Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dikatakan bahwa ketika kaum musyrikin telah mendekat, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam berkata, “Bangkitlah kalian untuk menuju syurga yang luasnya seperti luas langit dan bumi.” Mendengar ucapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam tersebut, Umair ibn Humam al-Anshari berkata, “Wahai Rasulullah! Apakah benar syurga memiliki luas seperti luas langit dan bumi?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab, “Benar.” Dengan terkagum-kagum, Umair berucap, “Oh, betapa besarnya syurga itu!” Lalu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bertanya kepada Umair, “Mengapa engkau berkata demikian?” Umair menjawab, “Tidak, Rasulullah. Demi Allah, aku hanya berharap menjadi bagian dari penghuninya.” Beliau berkata, “Engkau akan menjadi salah satu penghuninya. “
Kemudian, ia mengeluarkan beberapa butir kurma dan memakannya. Setelah itu, ia berkata, “Seandainya aku masih hidup dan dapat memakan kurma-kurma ini, maka itu adalah kehidupan yang sangat panjang.” Lalu ia melemparkan kurma yang ada di genggamannya dan kemudian menjadi beringas bertempur sampai akhirnya syahid.
Auf ibn Harits (putra Afra) berkata, ”Wahai Rasulullah, apa yang membuat Allah tersenyum saat melihat hamba-Nya?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab, “Ketika tangan seorang hamba itu menceburkannya ke tengah-tengah musuh tanpa mempergunakan pelindung.” Maka, seketika itu juga Auf membuka pakaian besi yang melindunginya, dan kemudian melemparkannya. Setelah itu, ia menghunus pedangnya dan bertempur di medan perang sampai terbunuh.”
Sebelum dimulainya peperangan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam meminta kepada para sahabatnya untuk tidak membunuh orang-orang dari Bani Hasyim dan beberapa orang lainnya. Pasalnya, mereka ikut meninggalkan kota Mekah dan berperang kerana dipaksa. Dan di antara mereka yang disebutkan namanya oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam adalah Abu Bukhtari ibn Hisyam (salah satu orang yang pergi ke Ka’bah untuk merobek surat pemboikotan bangsa Quraisy terhadap kaum muslimin dan ia sama sekali tidak menyakiti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam) dan Abbas ibn Abdul Muthalib.
Ketika Abu Hudzaifah mendengar perintah itu, ia berkata, “Apakah kami harus membunuh bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, dan keluarga kami, sementara kami harus membiarkan Abbas hidup? Demi Allah, bila aku bertemu dengannya, niscaya aku akan menebasnya dengan pedang.” Akhirnya, ucapan tersebut sampai ke telinga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam Maka, beliau pun berkata kepada Umar, “Wahai Abu Hafshah, benarkah ia akan memukul wajah paman Rasulullah dengan pedang?” Umar berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan saya untuk memenggal lehernya dengan pedang. Demi Allah, ia telah berbuat kemunafikan.” Sementara itu, beberapa waktu kemudian, Abu Hudzaifah berkata, “Aku merasa tidak tenteram dengan kata-kataku saat itu. Bahkan sampai sekarang aku masih merasa takut, kecuali bila aku sudah menebusnya dengan kesyahidan.” Maka, akhirnya Abu Hudzaifah pun mati syahid pada perang Yamamah.
Dikisahkan bahwa sebelum peperangan dimulai, Asad ibn Abdul Asad al-¬Makhzumi keluar dari pasukan Quraisy seraya berkata, “Demi tuhan, aku sungguh-sungguh akan meminum air kolam mereka, akan merusaknya (kolam air), atau mati di hadapannya.” Maka, ketika ia sudah mendekat, Hamzah pun merintanginya dan menyerangnya. Hamzah berhasil memukulnya hingga kakinya retak. Akan tetapi, Asad masih terus merangkak menuju ke kolam guna memenuhi sumpahnya dan Hamzah terus mengikutinya, memukul, dan akhirnya membunuhnya di depan kolam tersebut.
Pengajaran dari peperangan ini menunjukkan bahwa kaum Quraisy tidak bersatu padu.  Ini terbukti apabila ada beberapa pasukan yang menarik diri sebelum perang terjadi.  Dengan ini sebagai orang Islam kita harus bersatu demi untuk mencapai kemenangan.
Kaum Quraisy terlalu yakin yang mereka akan berjaya memusnahkan Islam yang memang sedikit dari jumlah tetapi tidak dari semangat.  Mereka tidak dapat mengalah tentera Islam kerana semangat tentera Islam begitu kukuh kerana Rasulullah telah berjaya menjalin silaturrahim yang kuat sesama Islam.  Nabi Muhammad S.A.W pintar mengendalikan taktik peperangan.  Orang Islam mempunyai pegangan iaitu berjaya didunia atau mati syahid.


Baca Selengkapnya ....

MuQodimah Kisah Para Nabi dan Rasul

Posted by IWAN MUTTAQIN 0 komentar
MUQADDIMAH

 Allah ‘Azza wa Jalla telah menceritakan kepada kita kisah-kisah yang baik berupa kabar mengenai para Nabi-Nya di dalam kitab-Nya (Al-Qur’an al Karim). Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa menyebutkan sebagai ahsan al qashash “kisah-kisah terbaik”,. Sebutan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa yang mulia ini menunjukkan bahwa kisah-kisah ini merupakan kisah yang paling benar, paling mengena dan paling bermanfaat bagi para hamba. Banyak yang akan kita temukan dalam kisah para Nabi dan Rasul. Diantara manfaat penting dari kisah para Nabi dan Rasul ini adalah: 1. Merupakan penyempurna dan pelengkap iman kepada para nabi dan rasul –semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada mereka-. Hal itu karena meskipun kita telah beriman kepada seluruh nabi secara umum dan global, namun iman yang terperinci -yang di ambil dari kisah-kisah mereka, penggambaran Allah tentang mereka berupa kejujuran yang sempurna dan sifat-sifat kesempurnaan (lain) yang merupakan sifat tertinggi; keutamaan, kebaikan, serta perbuatan ihsan mereka kepada setiap manusia, bahkan kepada semua hewan sebagaimana mereka melakukannya kepada makhluk yang berakal dalam hal memperhatikan hewan tersebut dan memenuhi haknya- iman yang yang terperinci kepada para nabi dan rasul ini akan menyampaikan hamba kepada iman yang sempurna, dan ini merupakanmodal penting bertambahnya iman. 2. Menambah kuatnya keimanan kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa, pengesaan-Nya, ikhlas beramal hanya untuk-Nya, keimanan kepada hari akhir, penjelasan tentang keutamaan tauhid dan wajibnya tauhid tersebut, serta kejahatan syirik yang merupakan sebab kebinasaan di dunia dan akhirat. 3. Di dalam kisah-kisah ini juga terdapat pelajaran bagi kaum mukminin, agar mereka meneladani para nabi dalam semua kemuliaan agama: • Dalam masalah tauhid serta menegakkan peribadahan. • Dalam perkara dakwah, sabar dan tegar pada setiap musibah yang menggoncangkan, dan menghadapinya dengan tenang, tentram serta keteguhan yang sempurna. • Dalam perkara kejujuran dan keikhlasan untuk Allah pada seluruh gerak didalamnya, berharap ganjaran dan pahala dari Allah Ta’ala, tidak mencari ganjaran, upah, ataupun ucapan terima kasih dari makhluk, kecuali pada perkara yang bermanfaat bagi manusia. Kisah tersebut juga mengandung pelajaran tentang bersepakatnya mereka di atas satu agama dan satu pokok (prinsip) yang sama: berdakwah kepada seluruh akhlak yang mulia, amal shalih serta memperbaiki keadaan dan memperingatkan dari kebalikan dari hal-hal tersebut. 4. Di dalamnya terkandung pula pelajaran-pelajaran dalam bidang fikih dan hukum-hukum syar’i serta hikmah yang tersembunyi dari berbagai hukum syariat dimana seorang penuntut ilmu tidak bisa lepas darinya. 5. Di dalam kisah-kisah tersebut, terkandung mau’izhah (nasehat) serta pengingat, motivasi serta ancaman, jalan keluar setelah datangnya kesempitan, mudahnya suatu urusan setelah sulitnya, akhir yang baik yang dirasakan di dunia ini, pujian dan kecintaan pada kalbu-kalbu para makhluk (terhadap mereka), yang kesemuanya ini menjadi bekal bagi orang-orang yang bertakwa, kebahagiaan bagi orang yang beribadah, hiburan bagi mereka yang sedih, serta mau’izhah bagi orang bagi orang yang beriman. Jadi bukan maksud dari kisah mereka ini sebagai obrolan malam semata. Namun, tujuan teragung dari diceritakannya mereka adalah menjadi peringatan dan pelajaran. Perlu diketahui sebelum kita memasuki kisah mereka, bahwa banyak dari kisah-kisah ini –semoga shalawat dan salam tercurah kepada mereka- Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa mengulang-ulang dalam kitab-Nya sesuai dengan pembahasan. Sering kali suatu kisah pada suatu tempat memiliki tambahan dan pelajaran yang tidak didapati pada tempat-tempat yang lain. Atau datang dengan ungkapan yang berbeda dengan kisah yang lain namun maknanya sama atau serupa. Karena tulisan ini hanya merupakan ringkasan, maka hanya akan menyebutkan kisah-kisah ini dengan mengumpulkannya pada satu tempat. Juga hanya menitikberatkan pada pemahaman makna ungkapan Al-Qur’an dari konteksnya, dari awal hingga akhir lafadz. Kemudian pada setiap kisah disertakan beberapapa faidah (manfaat-manfaat) ushuliyyah (pokok), furu’iyyah (cabang), akhlak, adab, dan cabang ilmu yang lain yang Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa mudahkan. Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa memberikan taufik untuk (merealisasikan)nya, taufik pada benarnya ucapan, keikhlasan batin dan sesuai dengan ridha-Nya, serta menjadikannya manfaat yang luas. Dialah Yang Maha Dermawan lagi Maha Mulia. * Materi ini berasal dari materi kajian rutin Kisah Para Nabi yang disampaikan oleh ustadz Ridwan Hamidi, Lc di masjid Darul Ulum Yogyakarta. (Kajian diselenggarakan oleh Wahdah Islamiyah Yogyakarta)

Baca Selengkapnya ....

Refresh Badan Anda Dulu

Posted by IWAN MUTTAQIN 0 komentar
kalau udah stress atau ngantuk banget di kantor, take time
7 menit dan matikan telepon anda, ayo ikuti senam ringan ini…
gerakanx yg bener… !!!
–mulai—
1.gif
ni ala taichi dikit ..
sebagai intro n warming up..
2.gif
tirukan gaya spt ni…
untuk mengendurkan otot bahu dan leher..
3.gif
wa..wa..waa…. ,ayo.. trus.. teruuuss….
smangat!! smangat!!
4.gif
gerak ke kanan kemudian ke kiri.. yiihaaaa….
5.gif
biar imbang balik in lagi arahnya..
gerak ke kiri kemudian ke kanan…
6.gif
ikuti aja … jgn banyak comment
7.gif
habis i tu buat gerakan tangan dan badan…
buat gaya happy aja.. jgn lupa senyum biar enak di liat….
8.gif
kemudian goyang2 kaki dan badan..memperlancar sendi bahu….cikicik..cikicik..
9.gif
buat secara aggresive pula… jangan peduli apa orang lain bilang.. lepaskan semua bebannnnnn….. “lepas…lepas…lepas….”
10.gif
buat execise tambahan putar kepala …” membuang sedikit beban yg tertingal di kepala”
11.gif
lenyap la semua stress… “lenyap….lenyap…”
12.gif
tahap akhir sekali, tahap manggil hokie..
“hoki…hoki.. lai…. lai….hoki hoki lai…. “
 
Udah Enak kan Badanya.. Yaudah Lanjutin Internetannya.. he he he

Baca Selengkapnya ....

KUMPULAN KATA-KATA HIKMAH ISLAM

Posted by IWAN MUTTAQIN 0 komentar


Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak boleh mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadi orang yang berani (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)

Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Setiap kamu adalah pemimpin, yaitu : Pemimpin terhadap diri dan keluarganya, pemimpin terhadap masyarakat dan bangsanya.( Mousthafaal-Gholayaini).
Pengkhianatan yang paling besar adalah pengkhianatan umat, sedang pengkhianat yang paling keji yaitu pengkhianatan pemimpin. (Ali bin Abu Thalib).
Jika kamu berhadapan dengan gurumu, sesungguhnya secara hakikat kamu sedang berhadapan dengan rasul. Sadar akan hal itu, maka hormatilah gurumu. (Sebagian Ulama).
Berteman dengan orang yang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya sungguh lebih baik bagi kamu ketimbang berteman dengan orang alim tapi suka terhadap nafsuya. (Ibnu Athaillah as-Sakandari).
Cintai dan sayangilah para fakir miskin, maka Allah akan menyayangimu. (Nabi MUHAMMAD SAW).
Ya Allah! Seandainya Engkau akan mengadili kelak pada hari kiamat, maka jangan Kau adili aku di dekat (Nabi Muhammad SAW)
Tidak ada suatu kebahagiaan bagi ornag-orang muslim setelah mereka memeluk Islam, seperti kebahagiaan mereka ketika itu. (Anas r.a.).
Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah. (Imam Syafií).
Aku suka mendoákan saudara-saudaraku sebanyak 70 orang, dan nama-nama mereka kusebut satu persatu dalam panjatan doáku itu. (Abu Darba).
Siapa yang memenuhi hatinya dengan kewaspadaan dan keikhlasan, maka Allah akan menghiasi badannya sebagai pembela agama dan menjadikan hadits sebagai pedoman hidup.
Pangkal dari seluruh kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah. (Abu Sulaiman Addarani).



Baca Selengkapnya ....

Kata-kata Mutiara

Posted by IWAN MUTTAQIN Jumat, 08 Juni 2012 0 komentar
  • Emosi tidak akan membimbingmu pada suatu pemikiran atau tindakan positif. oleh sebab itu tenangkan dirimu.

  • Sukses berarti melakukan yg terbaik yg kita bisa dengan apa yg kita miliki. Bukan dengan menginginkan apa yg orang lain miliki.

  • Kamu tak akan bisa mendapatkan yang kamu inginkan jika kamu terlalu sibuk mengeluhkan apa yang telah kamu miliki. Bersyukurlah!

  • Tuhan memuliakan mereka yang mau bekerja keras. Dan modal utama untuk keberhasilan adalah kerja keras yang diiringi doa.

  • Jangan mengeluhkan masalah, karena Tuhan mempunyai tujuan tuk perjuanganmu saat ini. Pelajarilah apa yang hendak Tuhan ajarkan.

  • Jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan. Karena kegagalan adalah cara Tuhan mengajari kita tentang arti kesungguhan.

  • Untuk pemilik wajah putih, riasan mata dan bibir dengan pilihan warna-warna nuansa sedikit terang mampu membuat wajah tidak terlalu pucat.

  • Tak ada yg salah dalam menunjukkan kamu peduli tentang seseorang, yg salah adalah mengharapkan dia tuk melakukan hal yg sama.

  • Jangan pedulikan dia yg membencimu, dia bukan orang yg pantas dapatkan perhatianmu. Yg penting adalah dia yg selalu ada untukmu.

  • Dalam hidup, orang tak akan peduli berapa banyak yg kamu tahu hingga mereka tahu berapa banyak kamu peduli pada mereka.

  • Kau takkan tahu sbrp tulus ssorg mencintaimu sampai kau melihat sbrp tulus ia mencintaimu dlm kondisi terburukmu

  • Ketika kamu membenci seseorang, kamu sedang membuat hidupmu semakin rumit.

  • Jangan pernah menyerah! Jika Tuhan belum menjawab doamu, itu karena Tuhan punya rencana yg lebih baik tuk hidupmu.

  • Jangan tanyakan mengapa seseorang membencimu, sebelum kamu tanyakan dirimu sendiri mengapa kamu peduli akan hal itu.

  • Hanya karena kamu telah dapatkan cintanya, tak berarti kamu berhenti melakukan hal yg kamu lakukan ketika berusaha dapatkannya.

  • Seorg pria sejati tdk bisa dikelabui oleh matanya. Seorang wanita sejati tdk bersembunyi dibalik penampilannya.

  • Bahagia adalah milik mereka yg bangga menjadi dirinya sendiri, tanpa mencemaskan apa yg dipikirkan orang lain tentangnya.

  • Jangan berpikir kamu tak mampu hidup tanpa dia yg meninggalkanmu. Percaya, ada seseorang yg lebih baik menunggumu di luar sana.

  • Janji tak akan berarti apa-apa jika kamu tak bisa menepatinya. Daripada berjanji, lebih baik tunjukkan dgn tindakan nyata.

  • Ketika masalah datang, selesaikan dng cepat sebelum menjadi lbh buruk atau kekhawatiranmu membuatnya makin rumit.


Baca Selengkapnya ....

MOTIVASI UNTUK KITA

Posted by IWAN MUTTAQIN Minggu, 11 Maret 2012 0 komentar
  • Orang yang ikhlas tidak pernah kecewa dengan amal baik yang telah dia lakukan, karena yakin Allah Maha melihat dan akan membalasnya dengan adil.
  • Orang yang berilmu itu adalah orang yang mengamalkan amalnya dengan ilmunya itu ia menjauhi apa-apa yang tidak disukai Allah.
  • Formula kemuliaan yang Allah berikan kepada hamba-NYA adalah untuk selalu membela kejahatan orang lain dengan cara dan sikap terbaik yang kita lakukan.
  • Puluhan tahun sampai sat ini kita hisap tenaga, keringat, air mata orang tua, mereka sampai rela berkorban nyawa mempertaruhkan hidupnya, hanya untuk kita.
  • Bersabar dalam kemudahan, kesuksesan, dan pujian itu lebih berat dibandingkan sabar dalam kesempitan.
  • Orang kuat bukanlah orang yang memiliki otot besar, badan kekar, dan tenaga super, melainkan orang yang mampu mengendalikan amarahnya.
  • Kejujuran seseorang akan membuat dirinya jauh lebih kaya dari sebanyak apapun kekayaan yang dimilikinya.
  • Kesuksesan sejati adalah ketika kita berhasil meyakinkan bahwa semua yang diperoleh pada dasarnya bersumber dari kemurahan Allah SWT.
  • Orang yang ikhlas tidak silau oleh gemerlapnya dunia, sehingga dia tidak pernah mencitai dunia melebihi cintanya kepada Allah.
  • Kekurangan, kesalahan, atau kejelekan yang terjadi di tubuh bangsa ini, tidak seharusnya membuat kita membara dalam api kebencian.
  • Jadikanlah diri kita menjadi jalan limpahan karunia Allah SWt yang menyebar kepada makhluk-Nya.
  • Tegaknya peraturan dan hukum yang penuh keadilan akan membuat orang enggan untuk berbuat buruk.
  • Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh tingginya jabatan atau melimpahnya harta, melainkan oleh kualitas akhlaknya.
  • Barang siapa bersungguh-sungguh takut kepada Allah, maka ia akan diberi jalan keluar dan kecukupan rizki dari arah yang tidak diduga-duganya.
  • Termasuk bakti kita orang tua adalah bersungguh-sungguh mendidik keturunan menjadi anak shalih dan shalilah yang dapat menyejukkan pandangan.
  • Biasakan anak-anak untuk mandiri, bebas dan berani bertanggung jawab, sehingga mereka akan tumbuh dan berkembang dengan kepercayaan diri yang tinggi.
  • Tidak ada penderitaan dalam hidup ini kecuali orang yang membuat dirinya menderita dan menganggap rumit kehidupan.
  • Manusia seringkali tertipu dan sering melupakan dua kenikmatan yaitu waktu sehat dan lapang yang menyebabkannya tidak bersyukur kepada Allah.
  • Seorang manusia yang baik akan senantiasa mencintai saudaranya dengan tidak saling menganiaya dan tidak pula membiarkan orang lain teraniaya.

Baca Selengkapnya ....

QR Code Cilibur Inspirasi

QR Code Cilibur Inspirasi
Iwan Cilibur support Terbitkan Puisimu - Modify by Cilibur Inspirasi | Copyright of CILIBUR INSPIRASI.

Logo Cilibur inspirasi

Klik cek this out !
Ganti Ukurannya agar sesuai dengan Blog sahabat (width:150px; height:150px)

Mengenai Saya

Foto saya
Nama saya Iwan Muttaqin. Saya terjun di dunia Blogging sejak 20 Mei 2010 sampai sekarang. Maksud dan tujuan

Followers